KEPALA BSN : STANDAR SANGAT POWERFUL DALAM MENGUBAH APAPUN

Kamis, 31 Maret 2016

 

Era globalisasi makin dirasakan keberlangsungannya dan harus dihadapi dengan bijak oleh setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Sejalan dengan itu Indonesia telah menetapkan pembangunan industri atau usaha di semua sektor yang diarahkan untuk kemandirian perekonomian di suatu wilayah, meningkatkan efisiensi dan produktivitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi dan sumberdaya wilayah serta menghasilkan barang dan jasa yang bernilai tambah.

 

Guna menghadapi persaingan perdagangan yang sangat ketat terutama dalam memasarkan barang dan jasa, pemenuhan persyaratan standar atau spesifikasi maupun sistem penilaian kesesuaian dari negara tujuan ekspor menjadi kunci penentu dalam peningkatan saya saing dan keberterimaan di pasar global. Begitu pula dengan produk unggulan daerah yang memerlukan perhatian dalam hal mutu sehingga produk-produk tersebut mampu bersaing di tingkat nasional dan pasar global, khususnya memasuki pasar negara maju dan menjawab tantangan perdagangan bebas.

Sesuai dengan amanat Pasal 90 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011  tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan bahwa Undang-undang yang telah diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia harus disebarluaskan, begitu juga dengan Undang-undang nomor 20 Tahun 2014 sebagai tonggak daya saing nasional, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing daerah dalam era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN  (MEA).

Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut, BSN bersama dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan Universitas Balikpapan (UNIBA) mengadakan Seminar Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dengan tema “Kebijakan dan Regulasi Penerapan SNI Guna Meningkatkan Daya Saing” (31/03/2016). 

 

Walikota Balikpapan yang diwakili oleh Asisten II Sekdakot-Sri Sutantinah mengatakan berterima kasih kepada BSN yang telah memberikan perhatian khusus kepada Balikpapan dalam rangka melakukan sosialisasi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2014 diharapkan BSN dapat bersinergi dengan pemerintah daerah melakukan  pembinaan dan pengembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian demi meningkatkan kualitas dan melindungi kepentingan masyarakat serta pelaku usaha di Balikpapan.

 

“Pada nantinya daya saing dianggap sebagai kemampuan untuk meningkatkan sumber daya di pasar global sebagai sarana meningkatkan kemampuan ekonomi pasar untuk melindungi kepentingan daerah menuju akses pasar dunia”, tambahnya. “Acara ini tepat untuk diselenggarakan mengingat standardisasi mencakup pengambangan stadardisasi, penerapannya dan bagaimana info tentang standar bisa langsung ke masyarakat yang berpengaruh kepada iklim investasi di daerah”,menutup sambutannya.

 

Selanjutnya Kepala BSN Prof-Bambang Prasetya dalam keynote sppech-nya mengatakan bahwa “MEA bertujuan untuk menciptakan ASEAN sebagai pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, investasi serta penghapusan tarif bagi negara anggota ASEAN. Selain memberikan peluang usaha bagi pelaku usaha di Indonesia, pemberlakuan MEA juga akan menjadi tantangan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadi tujuan pasar bagi produk negara ASEAN lainnya. Di era MEA ini, apakah Indonesia akan menjadi pemenang atau justru hanya menjadi pasar”, ujarnya. 

 

Bambang juga menegaskan kenapa ukuran daya saing salah satunya harus berstandar? menurutnya, standardisasi membuat peningkatan daya saing Indonesia di MEA menjadi lebih baik. "Tapi, tak cuma itu, harus lebih cepat", ujarnya saat konversi minyak tanah ke gas elpiji rumah tangga. Regulasi tabung gas membuat tabung gas yang tadinya tidak aman lantaran rentan meledak menjadi lebih baik. Pembenahan itu pun cuma dalam hitungan minggu, “standar sangat poweful dalam mengubah  apapun”, tambahnya.

 

Menindaklanjuti hal tersebut, BSN telah banyak melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah,  perguruan tinggi serta juga meningkatkan jejaring pendidikan standardisasi  dan meningkatkan akses layanan publik.

 

Hadir sebagai pembicara Rektor Universitas Balikpapan (UNIBA) Dr. Kadarsyah mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini, sebagai wujud peran aktif pemerintah Balikpapan dan UNIBA dalam memperkuat kerjasama di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian. Di samping itu, kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya standar dalam perdagangan global.

 

Acara yang dihadiri oleh akademisi perguruan tinggi, pelaku industri usaha kecil dan menengah (UMKM), dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Balikpapan ini diharapkan dapat menghasilkan barang atau jasa yang bermutu dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, terutama untuk Kota Balikpapan.

 

Setelah pembukaan oleh Kadarsyah, acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimoderatori oleh Kepala Sub Bidang di lingkungan Dinas Perindustrian dan Koperasi, Edi Adimunjta dengan narasumber Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas, Budi Rahardjo dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Doortje Marpaung. Sesi kedua dimoderatori oleh Dosen tetap Diploma IV K3 UNIBA, Luqmantoro dengan narasumber Kepala Bidang Akreditasi Lingkungan BSN, Zul Amri, dan Kepala Bidang Kerjasama Dalam Negeri, R. Iskandar Novianto.

Komite Nasional Penanganan Hambatan Teknis Perdagangan

Rabu, 19 Juli 2017

Komite Nasional Penanganan Hambatan Teknis Perdagangan

[...]

Download
2017 Peraturan Kepala BSN

Standar Operasional Prosedur Penerimaan Negara Bukan Pajak Badan Standardisasi Nasional

Senin, 03 Juli 2017

Untuk mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak Badan Standardisasi Nasional dengan baik, perlu menyusun suatu standar [...]

Download
2015 Peraturan Kepala BSN

Copyright BSN @ 2016 All Rights Reserved